Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan

Backsound Musik Untuk Presentasi

Memilih backsound Musik Instrumental Untuk Presentasi anda. Musik merupakan unsur penting sebagai bagian dari sebuah presentasi ataupun seminar. ESQ, brainstorming dan presentasi-presentasi lain tidak sempurna jika tidak didukung dengan musik yang benar-benar pas. Musik yang sendu akan membawa pada suasana terkonsentrasi dan secara tidak langsung akan menghipnotis para pendengar untuk mengikuti semua yang akan kita katakan. Nah.. Bagaimana cara memilih musik instrumental yang pas untuk presentasi kita. Kita harus menyesuaikan juga dengan materi yang dibawakan. Misalnya anda melakukan presentasi ESQ maka sebaiknya kita memilih musik yang sendu dan santai. Tetapi jika presentasi yang kita bawakan adalah presentasi bisnis atau presentasi-presentasi lain maka pilihlah musik yang cukup rancak tetapi tidak keterlaluan. Karena jika musiknya terlalu rancak maka justru akan membuat para peserta seminar ataupun presentasi tidak dapat berkonsentrasi dengan materi yang kita bawakan.
Silahkan anda download musiknya di 4shared atau berbagai website file sharing lain. 

Untuk presentasi ESQ, Brainstorming gunakan backsound musik sbb
Kitaro : Caravansary
Kitaro : Silk Road
Haddad Alwi : Instrumental doaku
Celline Dion : My Heart Will Goon
Kenny G : My Hearth Will Goon.
Kenny G : Forever In Love.
Kenny G : You Raise Me Up

Untuk Presentasi Bisnis, gunakan backsound berikut 
Kenny G : Semua Musik Instrumennya kecuali di atas
Kitaro : Matsuri
Dan masih banyak yang lainnya. Untuk presentasi lainnya silahkan utak-atik sendiri. Dengarkan, sekiranya cocok anda bisa saja menggunakan musik tersebut sebagai background untuk menemani presentasi anda.

0 komentar

Memberi Gratis untuk Meningkatkan Pemasaran


Banyak dari kita mungkin sudah pernah membuka atau menyimpan file dalam portable document format (PDF). Begitu pula ternyata kalau kita cari di internet, berbagai informasi banyak yang disimpan dengan format PDF.

Saat pertama kali diperkenalkan pada 1993 oleh Adobe, PDF masih sedikit yang mengenal atau menggunakannya. Pengguna komputer pun juga masih jarang yang menyimpan file-nya dalam format PDF, salah satu penyebabnya saat itu adalah ukuran format file yang masih cukup besar sehingga jika diunggah atau diunduh dengan kecepatan modem saat itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu, pada waktu itu PDF tersedia hanya dalam format berbayar sehingga jarang orang yang mau menggunakannya.

Namun setelah Adobe memberikan Acrobat Reader secara gratis (agar seseorang bisa membaca suatu file dalam format PDF), perkembangan file dengan format PDF pun melonjak dengan sangat tinggi (tentunya dengan diimbangi peningkatan kualitas dari format PDF yang ada). Kemudian setelah banyak orang yang menggunakan format PDF, Adobe membuat standar ISO. Selanjutnya mereka memberikan penawaran kepada konsumen yang mau menggunakan format tersebut secara profesional. Dengan demikian Adobe bisa mendapatkan pangsa pasar yang baru dalam jumlah yang besar pula untuk bisa menawarkan berbagai produknya yang lain.

Demikian pula yang bisa dilakukan dalam bisnis kita. Apabila produk atau jasa kita secara kualitas memang sudah layak untuk dipasarkan, tapi masih sedikit orang yang mengenal atau membeli produk atau jasa kita, salah satu caranya adalah dengan memberikan “gratis” kepada calon konsumen. Mungkin ada pertanyaan, “Apa untungnya kita memberikan gratis? Apa yang bisa kita berikan secara gratis? Apa nantinya kita tidak rugi jika memberikan gratis kepada calon konsumen kita?” Inilah Marketing Revolution, memberikan “gratis” sebenarnya justru bisa menjadi salah satu strategi pemasaran kita yang ampuh (masih ingat istilah Funneling?).

Dengan memberikan “gratis”, secara umum akan banyak orang yang tertarik dengan produk atau jasa kita dan selanjutnya mereka mau mencari dan menggunakannya. Jika memang produk atau jasa kita berkualitas, banyak orang akan memberitahukan hal tersebut kepada orang lain (bisa menjadi program iklan “dari mulut ke mulut”). Dengan demikian produk atau jasa kita yang lainnya pun juga bisa semakin dikenal dan diminati. Pertanyaan selanjutnya, apa yang bisa kita berikan secara “gratis”? Kita bisa memberikan gratis dalam berbagai bentuk baik produk atau jasa, tapi sebisa mungkin berikan gratis yang memang tidak mengeluarkan biaya tambahan bagi Anda/perusahaan.

Kalaupun harus mengeluarkan biaya, sebisa mungkin dengan biaya yang efektif. Perlu diingat juga, meskipun gratis, hal tersebut harus tetap memiliki kualitas yang baik dan nilai yang tinggi bagi konsumen. Sebagai contoh, ada sebuah bengkel yang pertama kali sepi dan karyawannya juga tidak ada pekerjaan. Kemudian bengkel tersebut saya minta untuk bisa memberikan sesuatu yang gratis sehingga bisa menarik keramaian. Pemilik bengkel tersebut memang sempat berpikir,   “Apa yang bisa saya berikan secara gratis?” Saya menyarankan, berikan gratis tapi tidak mengeluarkan biaya atau dengan biaya yang kecil. Kemudian yang gratis tersebut harus dikomunikasikan dengan cara yang tepat dan kepada target pasar yang tepat pula.

Salah satunya dengan memasang tulisan “GRATIS” dengan huruf besar dan mencolok dalam suatu spanduk yang cukup besar pula. Kemudian muncul ide: gratis ongkos ganti oli, gratis ongkos servis radiator, gratis semir ban supaya berkilap, gratis isi angin untuk ban, gratis ongkos cek rem karena hal-hal itu kesannya mahal. Ternyata setelah bengkel tersebut memasang spanduk yang besar, “Sebelum Anda berlibur atau mudik, cek rem mobil Anda lebih dulu di tempat kami GRATIS!, daripada terjadi Rem Blong di tengah jalan”, maka bengkel mulai tersebut didatangi banyak orang untuk mendapatkan “gratisan” tersebut.

Setelah membaca spanduk tersebut orang-orang mulai berpikir,“Benar juga ya ... daripada nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, rem blong dan terjadi kecelakaan ... lebih baik saya ke bengkel tersebut, toh gratis....” Yang sangat penting untuk kita ingat, setelah kita berikan gratis dan orang mau datang, berikan suatu penawaran yang sangat dahsyat. Sebagai contohnya, bengkel tersebut menawarkan berbagai bentuk servis lain dan penjualan produk lain yang tentu tidak gratis. Hal di atas perlu ditegaskan karena saya banyak menemukan perusahaan yang sebenarnya sudah memberikan sesuatu “gratis”, tapi ketika sudah banyak orang yang datang, mereka tidak memberikan penawaran yang menarik. Akibatnya hasilnya kurang efektif dalam peningkatan pemasaran secara langsung. Sayang sekali.

Oleh karena itu, kita harus mempunyai strategi yang terpadu supaya upaya “gratis” tersebut tidak sia-sia belaka. Dan kembali ke bengkel tadi, ternyata dengan memberikan produk “gratis”, semakin banyak orang yang mengenal bengkel tersebut dan semakin banyak orang pula yang dengan senang hati mau membeli produk atau jasa lain yang ditawarkan oleh bengkel tersebut.(adn)

TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in Business 2005
  Sumber : okezone.com

0 komentar

Tips Untuk Mengatasi Rasa Malas

Tips Untuk Mengatasi Rasa Malas

Tips untuk mengatasi rasa malas ini bisa Anda praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga:Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”
Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.

Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”.
Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.

Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”
Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.

Satu tips yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau.

Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan.

Anda Bukan Manusia Sempurna
Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.

Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.

Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Emapt tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya.
0 komentar

Google Translate untuk Android


Google Translate Untuk Android
Anda mungkin biasa menggunakan translate bahsa secara  online, yaitu google translate, untuk mendapatkan terjemahan bahasa ini, kita tidak hanya di windows pc/notebook, namun jika anda pangguna android anda bisa menggunakan aplikasi multi-lingual dari google .

 Dan sekarang ini  aplikasi multi-lingual Google untuk Android telah mendapatkan update. Sekarang Google Translate bisa menerjemahkan teks dari gambar melalui kamera. Google juga menambahkan update voice translation dengan pilihan dialek dan peningkatan pengenalan penulisan tangan untuk bahasa Jepang.
Saat ini Google Translate untuk perangkat Android bisa menerjemahkan lebih dari 64 bahasa. Fitur baru Google Translate sangat membantu pengguna, Anda hanya perlu mengambil gambar lalu menonjolkan kata dan biarkan Google Translate yang menerjemahkannya. And bisa mendapatkan update terbaru melalui Google Play Store.



0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Nurman - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger